girls generation

girls generation
girlband korea
♔konichiwa!!welcome to my blog please leave comment.if you have some question just put in the comment♔

Tuesday, March 27, 2012

kisah nyata yang menarik






Ini sebuah kisah nyata yang menarik dan menyentuh.
Ada seorang laki2 separuh baya, umur 50 tahunan. Ia dipanggil A Cong (Ah Chong, ejaan
Inggrisnya). Miskin, tetapi jujur dan tekun. Kejujuran dan ketekunan itu mendapat perhatian
seorang pemilik toko material di daerah Glodok, Pinangsia, Jakarta.
A Cong diangkat menjadi CEO (chief exec. officer)
atau penanggung jawab penuh toko tersebut. Usaha material itu meraup sukses luar biasa.
Sedemikian sibuknya A Cong di toko itu melayani
pembeli, sampai ia tak sempat makan dengan teratur. Bahkan tidak jarang ia makan sambil
tetap melayani. Tetapi, di tengah kesibukannya, setiap jam 12 siang ia menyempatkan diri
berlari ke sebuah gereja di dekat situ. Dan itu ia lakukan tiap hari, sudah lebih dari tiga setengah
tahun.
Sampai pada suatu hari kecurigaan seorang pastor
memuncak! Ia telah memperhatikan dan mengamati fenomena aneh ini digerejanya. A Cong
datang di pintu gereja, hanya berdiri saja, membuat tanda salib, lalu segera bablas pergi lagi.
Ritual itu setia dilakukan A Cong, tiap-tiap hari, itu-itu saja. Adakah udang dibalik batu???
Jangan-2... Romo yang penasaran itu mencari kesempatan menghadang si A Cong, dan
bertanya tanpa basa-basi lagi:
"Maaf, Cek (panggilan menghormat bagi laki2 Cina) kenapa Encek saben ari datang jam 12
begini, cuman bediri aja di pintu, bikin tanda salib, terus cepet-2 pergi?". Kaget, si A Cong
menjawab tersipu: "Hah !?... Lomo, owe ini olang sibuk, owe punya waktu selikit, tapi owe
seneng dateng kemali."
Jelas, Romo belum puas dan terus mendesak:
"Emangnya apa yang Encek lakukan di pintu gereja gitu?"
Jawab A Cong dengan polos : "Ngga ada apa-2.
Benel Owe cuman bilang ini doang : Tuhan Yesus, ini owe, A Cong. Uuudah?. Gitu doangg.."
Terbengong, hanya "Oh....!" yang bisa dilontarkan sang Romo.
Dan A Cong pun bergegas kembali ke tokonya.
Pada suatu hari A Cong sakit parah.
Super sibuk dan makan sekenanya, tidak teratur. Komplikasi penyakitnya cukup berat sehingga
ia dilarikan ke rumah sakit. A Cong bukan orang kaya, maka ia menempati kamar kelas 3, satu
kamar dihuni 8 orang pasien.
Sejak masuknya A Cong, kamar itu menjadi ceria, penuh canda tawa.
Tak terasa 3 bulan sudah A Cong dirawat. Ia pun sembuh dan diperbolehkan pulang.
Ia gembira, tentunya, tetapi teman-2 sekamarnya bersedih.
Selama dirawat itu, semua sesama pasien dihiburnya. A Cong setiap pagi menghampiri teman-2
pasiennya, satu per satu, dan menanyakan keadaan masing2. Sayang, sekarang A Cong harus
pulang dan kamar itu akan kembali sunyi.
Akhirnya salah seorang sesama pasien mencoba bertanya: "Eh Cek A Cong,mau nanya nih.
Kenapa sih Encek begitu gembira, dan selalu gembira, padahal penyakit Encek 'kan serius?".
Acong termenung dan menjawab: "Saben ali jam lua welas yah?, ada olang laki lambut
gondlong dateng, megang wo punya kaki, dia bilang : A Cong, ini Aku, Yesus !
Gimana owe nggak seneng, coba..!!."
"Sisihkan waktumu, untuk bersama Tuhan, walau hanya sedikit waktu... "

No comments:

Post a Comment